Pemerintah Klaim Layanan Jamkesmas Membaik

JAKARTA, JUMAT – Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari menyatakan kualitas pelayanan kesehatan gratis bagi masyarakat miskin melalui program Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) telah membaik.

“Hasil Riset Kesehatan Dasar tahun 2007 menunjukkan kualitas pelayanan Jamkesmas sudah jauh lebih baik dibanding tahun 2003,” katanya di Jakarta.

Riset Kesehatan Dasar tahun 2007 menilai kualitas pelayanan kesehatan dalam program Jamkesmas antara lain berdasarkan lama waktu tunggu, kemudahan kunjungan, keramahan petugas, kejelasan informasi, kebebasan memilih fasilitas, kecepatan pengambilan keputusan dan kebersihan fasilitas kesehatan.

“Hasilnya, jika menurut Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) tahun 2003 rata-rata skor penilaian 20, tahun 2007 skor nilainya rata-rata lebih dari 80, baik untuk pelayanan rawat jalan maupun rawat inap,” katanya.

Pelayanan kesehatan bagi peserta Jamkesmas di rumah sakit pun, menurut dia, terlihat sudah membaik.”Lihat saja di RSCM, meski belum sempurna tapi sudah jauh lebih baik dari sebelumnya,” kata Siti Fadilah.

Ia menjelaskan pula bahwa pemerintah terus berusaha memperbaiki kualitas pelayanan kesehatan, termasuk bagi peserta Jamkesmas, dengan memperbanyak tenaga kesehatan dan fasilitas kesehatan.

“Kami juga sudah membuat sistem pelayanan kesehatan yang efisien, transparan dan akuntable,” katanya.Sebelumnya, berdasarkan hasil surveinya, Indonesian Corruption Watch (ICW) menilai pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin melalui program Jamkesmas belum optimal.

Lembaga swadaya masyarakat itu menyatakan, meski hasil survei menunjukkan sebagian besar peserta Jamkesmas (83,2 persen) menyatakan puas dengan layanan yang diberikan namun masih ada peserta yang tidak puas dengan pelayanan dokter (lima persen), perawat (4,7 persen) dan petugas kesehatan (4,7 persen).

Persentase tingkat kepuasan pengguna manfaat program Jamkesmas itu menurut ICW juga masih bisa terkoreksi karena sebagian besar peserta Jamkesmas belum memiliki informasi memadai tentang standar pelayanan yang menjadi hak mereka.

Fakta yang mendukung hal itu adalah adanya keluhan terhadap rumah sakit dan Puskesmas yang melayani peserta Jamkesmas. Kasus penolakan pasien juga masih dilaporkan terjadi, kata peneliti ICW Ratna Kusuma.

Menurut Ratna, hingga kini masih ada peserta Jamkesmas yang ditolak pihak rumah sakit dengan alasan tidak ada tempat tidur atau kurang lengkapnya fasilitas pengobatan dan perawatan yang terdapat di rumah sakit tersebut.

Hasil observasi ICW, lebih lanjut dia menjelaskan, juga menunjukkan bahwa kualitas pelayanan kesehatan bagi peserta Jamkesmas belum baik jika dilihat berdasarkan panjangnya antrian berobat, sempitnya ruang tunggu, dan lamanya peserta harus menunggu waktu operasi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: